TpCpTSzlTSApTfC8TUOiGfC8BY==
Light Dark
Bikin Geleng Kepala, Guru Bongkar Aturan Pemeriksaan MBG yang Ganggu Waktu Mengajar

Bikin Geleng Kepala, Guru Bongkar Aturan Pemeriksaan MBG yang Ganggu Waktu Mengajar

Daftar Isi
×
GENREPUBLIKA.COM | Bogor - Peran guru dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, seorang guru asal Bogor, Jawa Barat, Desi Idayanti, menjadi sorotan setelah videonya terkait mekanisme pemeriksaan makanan MBG ramai beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, Desi menyampaikan kekhawatirannya terhadap arahan yang meminta guru ikut memeriksa kelayakan makanan sebelum dikonsumsi siswa. Menurutnya, tugas tambahan tersebut berpotensi mengurangi waktu dan fokus guru dalam menjalankan tugas utamanya, yakni mengajar.

Desi memperlihatkan sejumlah wadah berisi makanan MBG yang perlu diperiksa sebelum dibagikan kepada siswa. Ia mempertanyakan efektivitas mekanisme tersebut apabila setiap paket harus diperiksa satu per satu, termasuk melalui pemeriksaan langsung untuk memastikan makanan dalam kondisi layak.

Menurut Desi, banyaknya paket makanan yang harus diperiksa dapat menyita waktu dan tenaga guru. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Katanya harus ada yang bilang gitu, coba ini sebanyak gini harus diendus-endus semuanya. Jadi tiba-tiba berubah fungsi guru jadi anjing pelacak sekarang," ujar Desi dalam video tersebut, dikutip Kamis (24/9).

"Ini berapa biji ini? Kita kan mau ngajar bukan mau jadi tukang endus-endus MBG," lanjutnya.

Desi berpendapat guru semestinya lebih difokuskan pada kegiatan pendidikan di kelas. Ia menilai tugas yang berada di luar fungsi utama guru perlu dipertimbangkan agar tidak mengganggu proses pembelajaran.

"Enggak ngajar dong kalau kayak gini," katanya.

Tegaskan Kritik Bukan untuk Sensasi

Setelah videonya ramai diperbincangkan, Desi menegaskan kritik yang disampaikannya bukan untuk mencari sensasi. Ia mengatakan pernyataan tersebut muncul dari keresahan terhadap pelaksanaan program MBG dan keinginannya agar mekanisme yang diterapkan dapat dievaluasi.

Menurut Desi, guru juga memiliki hak untuk menyampaikan kritik, terutama ketika persoalan yang dibahas berkaitan dengan kepentingan serta keselamatan peserta didik.

Ia berharap polemik tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait. Desi juga mendorong adanya ruang dialog yang konstruktif agar pelaksanaan program MBG dapat diperbaiki tanpa mengganggu tugas utama guru dalam proses pendidikan.