GEN REPUBLIKA.COM | Coba jujur, siapa di antara kita yang nggak pernah gemas? Setiap hari kita lihat kapal-kapal raksasa berangkat dari pelabuhan, membawa batu bara dan sawit ke berbagai penjuru dunia. Tapi anehnya, kekayaan sebesar itu kok rasanya nggak sebanding dengan yang masuk ke kas negara?
Pertanyaan ini akhirnya dijawab langsung oleh Presiden Prabowo. Ternyata, salah satu penyebabnya adalah praktik lama yang selama ini jadi "lubang bocor": harga ekspor yang dilaporkan sengaja dibuat lebih murah dari harga sebenarnya, supaya pajak yang dibayar ke negara ikut mengecil.
Jadi, DSI Itu Apa?
Untuk menutup celah ini, pemerintah membentuk mekanisme "Ekspor Satu Pintu" lewat lembaga bernama "DSI".
Gampangnya begini bayangkan Anda punya toko yang laris manis, tapi kasirnya nakal. Barang seharga seratus ribu dicatat cuma laku lima puluh ribu, sisanya masuk kantong sendiri. Supaya nggak terus dirugikan, Anda pasang CCTV dan sistem kasir satu pintu, biar semua transaksi tercatat rapi dan cocok.
Nah, DSI ini perannya persis seperti itu untuk ekspor nasional. Tugasnya mencocokkan tiga hal:
- Jumlah barang yang dikirim
- Harga yang dilaporkan
- Uang/devisa yang benar-benar masuk dari luar negeri
Kalau ada yang berani main harga, sistem ini dirancang untuk langsung mendeteksinya.
Bukan Monopoli, Tapi Sinkronisasi Data
Wajar kalau muncul pertanyaan: "Ini pemerintah mau ambil alih urusan ekspor ya?" Jawabannya, tidak. DSI tidak mengambil alih izin usaha yang selama ini jadi tugas kementerian terkait. Perannya lebih ke arah verifikasi silang data memastikan volume barang, negara tujuan, dan harga transaksi semuanya masuk akal sebelum barang benar-benar diberangkatkan.
Tiga Komoditas Jadi Fokus Awal
Pengawasan ini pertama-tama akan menyasar tiga komoditas andalan Indonesia:
1. Batu bara
2. Sawit
3. Ferroalloy
Ketiganya dipilih karena selama ini dinilai paling rawan terhadap praktik pelaporan harga yang tidak sesuai. Pemerintah menyebut ada potensi tambahan devisa hingga miliaran dolar yang bisa diselamatkan lewat langkah ini.
Kenapa Ini Bukan Cuma Soal Angka
Di balik istilah-istilah teknis seperti "devisa" dan "verifikasi data", ada hal yang lebih personal: setiap rupiah yang bocor karena harga ekspor diakali, sebenarnya adalah rupiah yang bisa dipakai membangun sekolah, memperbaiki jalan, atau melengkapi rumah sakit di daerah.
