Prabowo bersama rombongan bertolak menggunakan helikopter dari Bandara Internasional Komodo menuju helipad Batalyon Yonif TP 834/WMN, Kabupaten Nagekeo. Setibanya di lokasi, Prabowo langsung menuju tenda posko penanganan gempa dan bersalaman dengan sejumlah pejabat yang hadir.
Rapat koordinasi penanganan gempa kemudian dibuka oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen Suharyanto, serta Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya menjelaskan, kunjungan Prabowo bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat terdampak sekaligus memastikan penanganan bencana dan pemenuhan kebutuhan warga berjalan di lapangan.
Selain itu, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait dalam menangani dampak gempa di wilayah Pulau Flores, NTT.
Prasetyo mengatakan Prabowo sejak awal telah menginstruksikan agar penanganan kondisi darurat dan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dilakukan secara cepat, terarah, dan merata.
Di sisi lain, dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa juga terus diperkuat. Sejumlah fasilitas kesehatan tanggap bencana telah dikerahkan, termasuk rumah sakit kapal KRI Soeharso-990 milik TNI AL yang bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.
Selain itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga juga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.
Sementara itu, fasilitas rumah sakit lapangan di daerah juga telah dioperasikan. Fasilitas tersebut mencakup RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai dan RSUD Aeramo di Kabupaten Nagekeo.