GENREPUBLIKA.COM | Bagi warga Kalimantan, asap karhutla bukan angka di laporan. Napas jadi sesak, sekolah dan pekerjaan terganggu, dan harapan mereka satu: api segera padam. Di tengah upaya itu, pemerintah menambah kekuatan lewat kerja sama dengan negara tetangga.
Malaysia akan mengerahkan satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 anggota tim pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani karhutla di Kalimantan. Rencana ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto setelah menerima Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Jumat (18/9/2026). Presiden menyambutnya dengan gembira dan menyebut bantuan itu akan segera dikirim.
Indonesia memimpin, tetangga mendukung
Publik tidak perlu khawatir soal kemampuan nasional. Di lapangan, ribuan personel Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, dan relawan sudah bekerja keras. Tambahan dari Malaysia adalah "support system", penguat yang mempercepat kerja, bukan pengganti kekuatan kita.
Alasannya juga logis. Presiden menyebut karhutla adalah masalah lingkungan yang dampaknya terasa sampai ke negara tetangga. Bila asap melintas batas negara, wajar jika pemadamannya dikerjakan bersama. Selain Malaysia, Jepang dan sejumlah negara lain juga telah menawarkan dukungan.
Gengsi vs. keselamatan warga
Sebagian orang mungkin bertanya, "Masa harus dibantu negara lain?" Jawabannya sederhana: yang dipertaruhkan adalah kesehatan warga, bukan gengsi. Bayangkan kita sedang beres-beres rumah dan tenaga sebenarnya cukup. Lalu tetangga datang membawa sapu untuk ikut membantu. Tuan rumah yang baik akan mempersilakan masuk. Pekerjaan jadi lebih ringan, hasilnya lebih cepat, dan hubungan antartetangga makin erat.
Bukan hanya memadamkan, tetapi mencegah
Pemerintah juga melihat jauh ke depan. Prabowo mengatakan sedang menyusun langkah pencegahan menyeluruh agar kebakaran tidak muncul lagi setiap beberapa tahun. Bantuan asing adalah langkah darurat yang baik, sedangkan tujuan akhirnya adalah menghentikan karhutla sebagai siklus tahunan.
Apresiasi setinggi-tingginya patut diberikan kepada para pahlawan di garis depan: Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, dan relawan. Semoga api segera padam, udara kembali bersih, dan anak-anak Kalimantan bisa bernapas lega.
