Guntur menyoroti temuan terkait ribuan unit KDMP yang tercatat berada di lokasi yang dinilai tidak semestinya. Berdasarkan data Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), terdapat koperasi yang terdaftar di kawasan hutan, sungai, danau, hingga laut.
Melalui akun X pribadinya, Guntur menyebut terdapat 16.734 lokasi Kopdes Merah Putih yang tercatat berada di kawasan hutan. Selain itu, sebanyak 102 lokasi tercatat berada di sungai dan danau, sementara 118 lainnya berada di laut.
"Rp106 Triliun Ludes, Ribuan Kopdes Merah Putih Malah Numpang di Hutan, Sungai, Danau dan Tengah Laut?" tulis Guntur Romli, dikutip Jumat (18/9).
Menurut Guntur, kondisi tersebut membuat program KDMP menuai kontroversi di tengah masyarakat. Ia membandingkannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menjadi sorotan karena besarnya anggaran yang digunakan.
"Kalau MBG identik dengan kejadian keracunan, sementara KDMP identik dengan proyek pemborosan," tegasnya.
Guntur juga mendorong adanya verifikasi terhadap lokasi serta data spasial KDMP. Ia menilai penggunaan anggaran perlu dipertanggungjawabkan, terlebih masih terdapat banyak unit koperasi yang disebut belum siap beroperasi.
Agrinas dan Kementerian Koperasi Beri Penjelasan
Di sisi lain, pihak Agrinas menyatakan bahwa kondisi di lapangan tidak sebanyak yang tercermin dalam data tersebut. Menurut mereka, lokasi yang benar-benar bermasalah atau salah penempatan hanya sekitar sembilan titik.
Sementara itu, sebagian data lainnya disebut terjadi akibat kesalahan teknis dalam membaca koordinat maupun penyebaran ulang informasi di media sosial secara masif.
Hal senada disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono. Ia menyebut gerai yang berada di lokasi tidak ideal jumlahnya kurang dari 10 titik dari total puluhan ribu unit KDMP yang telah dibangun.