GENREPUBLIKA.COM | Jakarta — Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, mengkritik rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan biaya pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
Iman menilai kebijakan pemerintah saat ini belum sepenuhnya sejalan dengan wacana pendidikan gratis tersebut. Ia menyoroti anggaran pendidikan 2027 yang mencapai Rp820,9 triliun, dengan sekitar Rp240 triliun disebut dialokasikan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Prabowo ingin sekolah, dari SD sampai Universitas gratis. Bukannya segera menyalurkan anggaran pendidikan untuk menggratiskan sekolah dari SD sampe Universitas, anggaran pendidikan 2027, 240 Triliun, malah dialihkan untuk MBG," tulis Iman melalui akun X pribadinya, dikutip Senin (21/9).
Iman juga mempertanyakan pernyataan Prabowo yang menyebut pembiayaan pendidikan gratis nantinya dapat menggunakan dana hasil pengembalian aset negara yang berasal dari kasus korupsi.
"Sementara menurutnya, menggratiskan sekolah anggarannya akan diambil dari sitaan korupsi. Jadi yang menghambat gratisnya sekolah itu siapa?" tandasnya.
Prabowo Ingin Pendidikan Negeri Gratis
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan keinginannya agar biaya pendidikan di sekolah negeri, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi negeri (PTN), dapat digratiskan sepenuhnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
"Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis," ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan salah satu sumber pendanaan untuk mewujudkan pendidikan gratis tersebut akan berasal dari pengembalian aset negara yang dikorupsi, dicuri, atau diselewengkan.
"Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. 'Dari mana uangnya?' Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri," kata Prabowo.